Pages

Jumat, 07 Oktober 2011

DOA NABI-NABI

  1. Doa Nabi Adam
“ Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin “ (
Artinya :
Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.

Kamis, 11 Agustus 2011

7 Ahli Surga

1. Pemuda yang bertaubat
 Taubat adalah satu-satunya cara untuk kembali ke jalan Allah,setelah berbuat hal yang menyimpang
“Barangsiapa yang mendapat peringatan dari Tuhannya,dan dia menghentikan perbuatan buruknya,maka yang lalu biarlah berlalu,dan urusannya menjadi urusan Allah.Tapi barangsiapa yang kembali melakukan perbuatan buruknya,maka mereka itulah penghuni neraka,kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah 275)

10 Perbedaan Ilmu dan Harta

1. Ilmu adalah warisan para nabi,sedangkan harta adalah warisan qarun dan firaun
2. Ilmu menjaga pemiliknya,sedangkan harta dijaga pemiliknya
3. Orang berilmu pasti banyak kawan,sedangkan orang berharta banyak lawannya
4. Ilmu,apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah,sedangkan harta apabila diberikan pada orang lain     akan berkurang
5. ILMUWAN = alim,ulama,sedangkan HARTAWAN = bakil,kikir
6. Pemilik ilmu akan menerima syafaat,sedangkan pemilik harta akan dimintai pertanggung jawaban
7. Ilmu apabila disimpan tidak akan habis,sedangkan harta apabila disimpan akan habis
8. Ilmu tidak perlu dijaga dari kejahatan,sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan
9. Ilmu tidak memerlukan tempat,sedangkan harta memerlukan tempat
10. Ilmu menyinari hati,sedangkan harta mengeraskan hati

3 Amal yang Tidak Pernah Putus Walaupun Telah Meniggal Dunia

Shodaqoh Jariyah
Alloh berfirman dalam surat As-Saba’ ayat 39 :
“ dan tiada kamu membelanjakan ( menginfaqan ) sesuatu, melainkan Alloh akan menggantikannya

7 Kunci Sukses di Bulan Ramadhan

1. Puasa
2. Sholat Fardhu
3. Sholat Tarawih
4. Membaca Al-Qur'an
5. Mencapai Malam Lailatul Qadr
6. Zakat Fitrah
7. Maaf-maafan

5 Hal yang Dilarang Saat Berpuasa

      1.Ghibah (Nggosip)
       2.Kadzib (Bohong)                 
    3.Na'imah(Adu Domba)
 4.Menjadi Saksi Palsu
    5.Melihat Sesuatu dengan Nafsu

Senin, 08 Agustus 2011

Ilmu dasar belajar keyboard




Haii, salam musik ! :D ngomong-ngomong tentang keyboard, aku mau ngasih teori dasarnya nihh,.. Minimal bisa mengetahui kunci dasar untuk memainkan alat musik yang satu ini. Selamat belajar :D

Jumat, 05 Agustus 2011

Pahala di Bulan Suci

Tugas Seorang Mukmin Di Bulan Ramadhan


Pada bulan Ramadhan, seorang mu’min mempunyai beberapa tugas syar’i. Tugas-tugas ini sudah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam melalui sunnah qauliyah(perkataan) beliau, juga dengan praktek-praktek beliau Shallallahu’alaihi Wassalam . Karena bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan. Nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang dianugerahkan kepada para hamba pada bulan ini lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. 1) 1)[Fathul Baari 1/31.]
Tugas-tugas ini mencakup banyak persoalan hukum syar’i, yang meliputi seluruh amalan satu bulan yang penuh dengan amalan kebaikan dan ketaqwaan.
Pertama. Shiyam (puasa).
Secara umum, shiyam (puasa) memiliki keutamaan yang sangat besar, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam pada hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullah,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Semua amal perbuatan bani Adam adalah kepunyaan bani Adam sendiri, kecuali puasa. Puasa itu kepunyaanKu, dan Aku yang akan memberikan balasan. Maka, demi Dzat yang nyawa Muhammad ada ditanganNya, sungguh aroma mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kasturi di sisi Allah.
Imam Mazari berkata dalam kitab Al Mu’lim Bifawaidi Muslim (2/41),“Pengkhususan Allah terhadap puasa disini sebagai “milikKu”, sekalipun semua perbuatan baik lain yang dilakukan secara ikhlas juga hanya milikNya; dikarenakan pada puasa tidak mungkin ada riya’, sebagaimana riya’ itu mungkin terjadi pada perbuatan selainnya. Karena puasa itu perbuatan menahan diri dan menahan lapar, sementara orang yang menahan lapar -baik karena berkecukupan atau miskin- keadaannya sama dengan orang yang menahan lapar sebagai ibadah kepada Allah k . Tetapi niat serta apa yang tersimpan di dalam hatilah yang berpengaruh dalam perbuatan menahan lapar itu. Sedangkan shalat, haji dan zakat merupakan perbuatan-perbuatan lahiriyah yang memungkinkanriya’ dan sum’ah. Oleh karena itu, puasa dikhususkan sebagai milik Allah sebagaimana disebutkan di atas, tanpa yang lainnya.
Disamping keutamaan ini –secara umum- adalah keutamaan khusus yang ada pada bulan Ramadhan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat. 2) 2) [Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah.]
Dan beliau bersabda,
شَهْرُ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ
Satu bulan sabar (berpuasa Ramadhan) ditambah tiga hari puasa pada setiap bulan, sama dengan puasa satu tahun. 3) 3) [Diriwayatkan Imam Nasa’i, Ahmad dan Thayalisi 315 dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah dengan sanad yang shahih.]
Yang dimaksud dengan bulan sabar yaitu bulan Ramadhan. 4) 4)[At Tamhid 19/61.] Ibnu Abdil Barr 5) 5)[At Tamhid.] memberikan penjelasan,“Arti shaum (puasa) menurut kamusLisanul Arab, (maknanya) sabar. Allah berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.(QS Az Zumar:10).
Abu Bakar Ibnul Anbari mengatakan, ”Shaum (puasa) itu dinamakan juga sabar, karena puasa adalah menahan diri dari makan, minum, berkumpul suami-istri serta menahan dari syahwat.
KeduaQiyamullail (Tarawih)
Shalat tarawih ini sunnahnya dikerjakan secara berjama’ah selama bulan Ramadhan. Sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam,
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
Sesungguhnya barangsiapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam. 6) 6)[Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Nashr dari Abu Dzar dengan sanad yang shahih.]
Dalam menerangkan keutamaan shalat tarawih ini Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalambersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat. 7) 7) [Muttafaqun ‘alaihi.]
(Adapun) petunjuk terbaik dalam jumlah raka’at shalat malam pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya, ialah petunjuk yang shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam dan dari perbuatan beliau, yaitu shalat 11 raka’at. Karena beliau Shallallahu’alaihi Wassalampanutan yang paripurna.
KetigaShadaqah.
Karena kedermawanan Rasululah Shallallahu’alaihi Wassalam paling menonjol pada bulan Ramadhan. 8) 8)[Muttafaq alaih.] Kedermawanan ini mencakup semua pengertianshadaqah dan semua jenis perbuatan baik. Karena kedermawanan itu banyak memberi dan sering memberi. 9) 9)[Lathaiful Ma’arif, halaman 173, karya Ibnu Rajab.] Dan ini mencakup berbagai macam amal kebajikan dan perbuatan baik.
Keempat. Memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam telah menekankan hal ini dan memberitahukan hasilnya, yaitu berupa ganjaran yang besar dan agung. Beliau Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Barangsiapa yang memberikan makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala, sebagaimana pahala orang yangberpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa. 10) 10)[Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dari Zaid bin Khalid, dengan sanad yang shahih.]
Kelima. Membaca Al Qur’an.
Bulan Ramadhan, merupakan bulan Al Qur’an. Hal itu sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS Al Baqarah:185).
Dalam sunnah ‘amaliyah Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam, terdapat praktik nyata dari hal tersebut. Sesungguhnya Jibril ‘Alaihissalam mengajak bertadarus Al Qur’an kepada NabiShallallahu’alaihi Wassalam setiap malam pada bulan Ramadhan. 11) 11) [Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.]
KeenamUmrah
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam, bahwasanya beliau Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ
Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.
Perhatikanlah keutamaan ini -semoga Allah merahmati anda sekalian-. Alangkah besar dan alangkah afdhalnya.
Ketujuh. Mencari Lailatul Qadar.
Allah Ta’ala berfirman,
إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS Al Qadar:1-3).
Dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, terdapat hadits bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa shalat pada malam qadar karena iman dan karena ingin mencari pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat.
Lailatul qadar itu berada pada malam-malam ganjil sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Aisyah, beliau x berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَقُوْلُ قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Wahai Rasulullah, apakah yang aku katakan, jika aku menepati lailatul qadar? BeliauShallallahu’alaihi Wassalam menjawab, ”Katakanlah: Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pemberi Maaf, maka maafkanlah aku.”
Demikianlah ringkasan beberapa tugas syar’i, yang semestinya dilaksanakan oleh seorang muslim pada bulan yang penuh barakah ini. Adapun tugas selengkapnya yang wajib dijaga oleh seorang muslim pada bulan sabar ini, yaitu berhenti dari segala perbuatan jelek, sabar terhadap penderitaan, menjaga hati dan melaksanakan kewajiban lahir, dengan cara konsisten menjalankan hukum-hukum Islam dan mengikutisunnah-sunnah Nabi .
Penulis: Syaikh Ali Hasan Al Halabi Al Atsary diterjemahkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Sabtu, 30 Juli 2011

Keutamaan Ramadhan

Alhamdulillahirobiil'alamiin

Kali ini,tahun ini,kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati bulan suci Ramadhan.
Bulan yang lebih baik dari seribu bulan.
Bulan yang menghadiahkan berlimpah pahala untuk kaum beriman
Bulan yang penuh maghfirah dan hidayah.

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون


Bulan Penuh Berkah

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan kemuliaan. Allah membuka semua pintu surga,menutup semua pintu neraka dan membelenggu para setan. Dengan begitu kaum muslimin diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melaksanakan amal shalih terutama berpuasa. Oleh karena itu, Ramadhan identik dengan puasa. Puasa sendiri berarti menahan diri. Bukan hanya menahan diri dari makan dan minum tetapi juga dari hawa nafsu dan sekaligus menyeimbangkannya. Dan juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan jelek.
Tujuan mulia lainnya adalah menggugah kepedulian terhadap kaum miskin, menyumbat jalan-jalan setan dalam tubuh karena jalan makan dan minum disempitkan, dan menstabilkan anggota tubuh agar tidak liar. Jelaslah bahwa puasa memberikan dampak yang sangat menakjubkan dalam penjagaan diri baik lahir maupun batin. Juga “mengimunisasi” tubuh dari zat-zat yang merusak dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Inilah faktor yang terpenting untuk meraih ketakwaan, seperti firman-Nya yang artinya,”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqoroh : 183). Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,“Puasa adalah perisai” (HR. Tirmidzi. Beliau berkata,“Hadits hasan shahih”.). Perisai diri dari perbuatan keji, dosa dan api neraka.



Keutamaan Bulan Ramadhan

       Begitu banyak ayat-ayat Al Qu’an dan hadits nabi yang menekankan betapa banyak keutamaan yang dapat kita raih di bulan Ramadhan. Akan tetapi, masih banyak di antara kaum muslimin yang membacakan hadits-hadits palsu dan mungkar untuk menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan.

Di antara hadits palsu tersebut adalah,“Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya..” hingga akhir hadits ini. Juga hadits munkar yang sangat terkenal,“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat”.
Hadits dha’if lainnya yang sering disampaikan di mimbar-mimbar adalah,“Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang (menaungi) kalian. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Alloh menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan sholat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama nilainya dengan menunaikan perkara wajib pada bulan yan lain. Inilah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka …” hingga akhir hadits.
Dan juga hadits yang dha’if yang bunyinya,“Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab, tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat menggantikannya walaupun ia berpuasa pada satu tahun tersebut”.

Padahal begitu banyak hadits-hadits shahih yang menjelaskan bagaimana Nabi berpuasa, dan juga amalan-amalan lain yang menghasilkan pahala yang berlipat seperti sholat tarawih, membaca dan mempelajari Al Qur’an, i’tikaf dan zakat. Dan dalam kesempatan kali ini kami sengaja membahas secara khusus masalah sholat tarawih mulai dari bilangan rakaatnya dan hal-hal lain yang sering disepelekan oleh sebagian kaum muslimin agar kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Jumat, 22 Juli 2011

Lagu translate ke arab



Ini lagu gubahan sendiri yang aku translate ke bahasa Arab, hihihi :)



وقبل عام كنت صامتا

أكتب الآن أوفدت

بجرأة

كنت أرغب في محاولة لارتداء العمامة...


تشير منظمة الصحة العالمية ، ماذا ، وكيف

الحبيب
ولكن ما القوة..

ما عندي أنا فقط..

مسبحة في يده

لأنني، لا يزال حواء..

في انتظار آدم لإعطاء عمامة


لا يزال هناك طريق الأكاذيب

في قلب الحبيب

لا...
على الرغم من مسارات، الوقت حاد، وقضى..

أحاول عدم اتخاذ

الحبيب حتى نعرف ،

من أ...